fbpx

TRIK-PENGERAJIN-TEMPE-SEMANAN-JAKARTA-KETIKA-NILAI-RUPIAH-MELEMAH

TRIK PENGERAJIN TEMPE SEMANAN JAKARTA KETIKA NILAI RUPIAH MELEMAH

tempe bahan baku kedelai impor
tempe bahan baku kedelai impor

Arahmedia.com-Beberapa pengrajin tempe berlokasi di kelurahan Kopti Semanan, Jakarta Barat mensiasati produk olahanya berupa makanan dari bahan baku kedelai impor yakni tempe, manakala kondisi yang di alamai saat ini prihal melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) maka supaya kembali modal beberapa pengerajin tempe di kopti semanan jakarta barat merubah ukuran tempe yang di jual setiap hari dengan mengecilkan ukuran produk olahannya.

salah satunya Sarbini (46), perajin tempe yang dilakoni setiap hari di Kopti Semanan membeberkan ketika rupiah melemah terhadap dolar as ,pada saat ini mengeluarkan biaya lebih besar untuk membeli bahan baku kedelai yang merkenaikaasakan dampak melemahnya rupiah terhadap dolar AS. sebab kedelai yang di gunakan untuk membuat tempe kedelai impor.

sebagaimana  harga kedelai sebagai bahan baku tempe naik dari Rp 660 ribu menjadi Rp 730 ribu per kwintal,” ujarnya, Kamis (6/9).

TONTON JUGA:

Terkait kondisi ini, ia bersama sejumlah perajin tempe lainya akhirnya berembuk bersama guna mencari solusi dikala kondisi yang terjadi saat ini,hasilnya untuk produk olahanya yakni tempe yang semula ukaran besar dikurangi ukuranya lebih kecil jadi mengecilkan ukuran tempe ketimbang menaikkan harga jual kepada para konsumen.sumber berita >>Perajin Tempe Kopti Semanan Kecilkan Ukuran Produk Olahan

BACA JUGA :Dampak kenaikan dolar harga spare parts naik

“Ukuran tempe dikecilkan yang biasanya dimana harga kedelai belum merangkak naik  ukuran biasa 35×12 sentimeter menjadi menjadi kecil ukurannya yaitu dengan ukuran 30×12 centimeter dengan harga jual perpotong tempe  tetap seharga Rp 5 ribu,” katanya.

Pendapat senada disampaikan Dayat (60),  Ia menyampaikan  komplain dari pembeli tempe dipasar ketika iya menjual tempe,karena produk tempe yang dijual ukuranya lebih kecil dari yang di jual hari biasanya.

karena hal ini yakni harga kedelai lebih mahal kemungkinan nilai tukar rupiah terhadap dolar as melemah kemudian”Kami terpaksa mengecilkan ukuran tempe yang dijual daripada menaikkan harga kepada para pembeli di pasar.  tandasnya.

Editor ;Sukar Asmo Djati

 

Please follow and like us:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Follow by Email
Facebook
Google+
https://arahmedia.com/2018/09/10/trik-pengerajin-tempe-semanan-jakarta-ketika-nilai-rupiah-melemah">
Twitter
Share
YouTube
Instagram