nyamuk demam berdarah

NYAMUK-DEMAM-BERDARAH-KASUS-MENGERIKAN-UNTUK-KESEHATAN-MASYARAKAT

NYAMUK DEMAM BERDARAH KASUS MENGERIKAN UNTUK KESEHATAN MASYARAKAT

nyamuk demam berdarah

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Arahmedia.com – Bahaya nyamuk demam berdarah mengintai kesehatan masyarakat umumnya masyarakat yang tinggal di permungkiman rawan sarang nyamuk demam berdarah sebab nyamuk demam berdarah muncul dari jentik-jentik yang hidup di genangan air yang tidak mengalir.Angka pasien sakit demam berdarah terus bertambah misalnya saja di kecamatan kalideres.

Berdasarkan laporan dan data kasus DBD di wilayah Tegal Alur, tepatnya di permukiman RW 05, hingga akhir bulan ini ditemukan banyak sekali, sekitar 12 kasus DBD,” ujar M. Zen, Wakil Wali Kota Jakarta Barat, saat Gerebek PSN di permukiman warga RW 05, Tegal Alur.

Menurut M. Zen, banyaknya kasus DBD di wilayah RW 05, Tegal Alur, itu karena banyak tempat yang terindikasi sebagai tempat berkembang biak nyamuk pembawa virus dengue, seperti bak mandi, ember dan ban-ban bekas.

Untuk ban bekas, M. Zen terlihat agak gusar begitu melihat tumpukan ban bekas di lapak tambal ban di Jalan Perintis, tepatnya dekat SDN 09 pagi Tegal Alur. “Kita melihat kepedulian masyarakat belum maksimal. Lihat saja, tumpukan ban bekas ini ditelantarkan begitu saja, sehingga menjadi tempat penangkapan air. Nyamuk pun bisa bertelur,” ujarnya yang didampingi Sekcam Kalideres, Endang Prihatin H. dan Kepala Sudis Kesehatan, Weningtyas Purnomorini.

Melihat masalah itu, Ia memerintahkan kepada Lurah Tegal Alur, M. Suratman untuk membersihkan tumpukan ban-ban bekas yang mengunung. Sementara lokasi ditemukan jentik-jentik nyamuk itu diberikan stiker merah.

M. Zen mengharapkan, masyarakat lebih peduli dan aktif melaksanakan kegiatan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) setiap hari. Ini dilakukan agar dapat menekan angka kasus DBD di wilayah kelurahan Tegal Alur.

Kepala Sudis Kesehatan Jakarta Barat, Wenintyas Purnomorini menjelaskan, kasus DBD di wilayah Tegal Alur merupakan yang tertinggi di wilayah Kecamatan Kalideres. Hingga per tanggal 31 Januari, kasus DBD di wilayah Tegal Alur berjumlah 31 kasus. Dari jumlah tersebut, 12 kasus DBD ditemukan di wilayah permukiman RW 05, Tegal Alur. Sementara permukiman RW 4 ditemukan 4 kasus DBD.

Dalam kegiatan gerebek PSN, Weningtyas meminta kepada masyarakat untuk berperan aktif melakukan PSN. Setidaknya, setiap rumah ada yang ditunjuk menjadi petugas jumantik. “Saya minta kepada para ketua RT untuk mencatat nama pada setiap rumah untuk dijadikan petugas jumantik,” tuturnya.

Kegiatan gerebek PSN di permukiman warga RW 05, Tegal Alur, diisi dengan pemberian stiker merah pada rumah yang ditemukan jentik-jentik nyamuk dan pemberian bubuk abate. Petugas juga memberikan sosialisasi tentang PSN kepada masyarakat melalui pengeras suara TOA.

TONTON JUGA:

Editor: Sukar Asmo Djati

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *