fbpx
Crew MF aktual

DIMANA-KOMITMEN-PROFESI-DAN-KERJA-APAKAH-SUDAH-OKE?.

Arahmedia.com-Tidak dipungkiri kalau sering bertanya di dalam hati maupun tanya langsung kepada bawahan kerja bahkan kepada atasan sekaligus tentang keterikatan secara psikologis terhadap perusahaan.Sejatinya komitmen ini muncul dan tumbuh karena adanya dorongan keamanan,kenyamanan dan benefit lain yang dirasa tidak akan di peroleh dari tempat kerja lain.komitmen dapat di ketahui dari indikator kenyamanan,keamanan dari anggota/karyawan dalam melaksanakan profesi kerja di bidangnya.Semakin anggota/karyawan merasa nyaman dan aman serta banyak mendapatkan manfaat di dalam mengerjakan tugas kerjanya ,maka semakin tinggi rasa komitmen profesi kerja karyawan.

Sebab memeiliki rasa sayang  terhadap pekerjaan ini terjadi adanya rasa ikatan emosional  kuat terhadap perusahaan di dalam melaksanakan tugas profesi kerja.Tentu saja jika menikmati pekerjaan tertentu,atau betah terhadap pekerjaan yang diembanya .Pada akhirnya puas terhadap pekerjaanya meningkat tidak menutup kemungkinan komitmen akan lebih melekat.

Ada juga keterikatan Psikologis karena dorongan untung rugi dapat didefinisikan sebagai keterikatan anggota/karyawan secara psiologis kepada perusahaan karena biaya yang di tanggung sebagai konsekunsi.Berarti komitmen takut rugi adalah setiap anggota perlu melakukan kalkulasi berkaitan dengan manfaat dan pengorbanan keterlibatan dalam perusahaan maupun organisasi.

Artikel www.halopsikolog.com  mengurakan pengertian dan juga penjelasan ada tiga jenis komitmen kerja   Arti Komitmen dalam Dunia Kerja oleh Mayer dan Allen  secara umum. Kita akan melihat bagaimana Anda bisa melakukan perubahan untuk meningkatkan keterlibatan anggota tim dan loyalitas dengan cara yang efektif dan positif. Dalam kaitannya dalam komitmen organisasi, Mayer dan Allen (1990) pada buku yang berjudul “Human Resource Management Review”  mengidentifikasikan tiga tema berbeda dalam mendefinisikan arti komitmen. Ketiga tema tersebut :

Tonton juga vidionya:

  1. Komitmen sebagai keterikatan afektif pada organisasi (affective commitment)

Komitmen afektif adalah kertarikan secara psikologis terhadap perusahaan. Komitmen ini muncul dan tumbuh karena adanya dorongan keamanan, kenyamanan dan benefit lain yang dirasa tidak akan diperoleh di tempat kerja lain. Arti komitmen afektif ini bisa diketahui dengan indikator kenyamanan anggota organisasi / karyawan. Semakin karyawan merasa nyaman dan memperoleh banyak manfaat, maka semakin tinggi pula komitmen karyawan.

Memiliki rasa sayang terhadap pekerjaan terjadi karena Anda merasa ada ikatan emosional yang kuat terhadap perusahaan.  Jika Anda menikmati pekerjaan tertentu, Anda mungkin merasa betah dan puas dengan pekerjaan tersebut. Pada akhirnya, kepuasan kerja yang meningkat ini kemungkinan akan menambah perasaan Anda dari komitmen afektif.

  1. Komitmen sebagai bentuk untung rugi meninggalkan perusahaan (continuance commitment)

Komitmen takut rugi / continuance commitment dapat didefinisikan sebagai keterikatan anggota secara psikologis pada organisasi karena biaya yang Anda tanggung sebagai konsekuensi keluar organisasi.  Arti komitmen takut rugi adalah setiap anggota perlu melakukan kalkulasi yang berkaitan dengan manfaat dan pengorbanan terhadap keterlibatannya dalam organisasi.

Dalam komitmen jenis ini, seseorang akan cenderung memiliki komitmen yang tinggi jika melihat akibat / kerugian yang diperoleh dari keluarnya dia semakin tinggi. Semakin tinggi kerugian akan membuat orang mengurungkan niat untuk keluar dari perusahaan. Hal ini karena pada dasarnya orang yang memiliki komitmen continuance akan menimbang pro dan kontra dari meninggalkan perusahaan.

  1. Komitmen sebagai bentuk kewajiban terhadap organisasi (normative commitment)

Arti komitmen normatif adalah keterikatan anggota secara psikologis dengan organisasi karena kewajiban moral untuk memelihara hubungan dengan organisasi. Ini merupakan sesuatu yang mendorong karyawan untuk tetap berada dan memberikan sumbangan pada perusahaan, baik materi maupun non materi. Karyawan merasakan adanya kewajiban moral, yang mana karyawan akan merasa tidak nyaman dan bersalah jika tidak melakukan sesuatu untuk perusahaan.

Rasa kewajiban dapat berasal dari beberapa faktor. Karyawan mungkin merasa harus tetap dengan perusahaan karena telah menginvestasikan uang atau waktu dalam pelatihan karyawan. Kewajiban ini juga bisa berasal hasil pendidikan moral dalam keluarganya masing-masing. Misalnya, keluarga Anda mungkin telah menekankan bahwa Anda harus tetap setia kepada organisasi Anda.

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Artikel New

Arahmedia.com-Tidak dipungkiri kalau sering bertanya di dalam hati maupun tanya langsung kepada bawahan kerja bahkan kepada atasan sekaligus tentang keterikatan secara psikologis terhadap perusahaan.Sejatinya komitmen...

Arahmedia.com-Paham akan makna konsekwensi hidup adalah untuk meraih keberhasilan ,ada yang berangapan kegagalan adalah ujian dari sukses.entah itu gagal menempuh usaha ,gagal menjalin hubungan dan...

Arahmedia.com-JAKARTA Bekerja guna memenuhi kebutuhan sehari-hari sangat penting dilakukan setiap manusia sebab tanpa bekerja tidak menutup kemungkinan akan membawa hasil ,sehingga dengan hasil kerja kebutuhan ...

Product categories

0 WooCommerce Floating Cart

No products in the cart.

X