fbpx
ACARA TASYAKURAN WARGA BARU CAB.JAK-BAR

KEBERSAMAAN-PERSAUDARAAN-SETIA-HATI-TERATE-TIDAK-AKAN-LUNTUR-SEPANJANG-MASA

Arahmedia.com-Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) atau yang dikenal dengan SH Terate yaitu suatu persaudaraan “perguruan”silat yang mempunyai tujuan mendidik dan membentuk manusia berbudi luhur,tahu benar dan salah, bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, mengajarkan kesetiaan pada hati sanubari sendiri serta mengutamakan persaudaraan antar warga (anggota) dan mempunyai wujud sebuah organisasi .

SH Terate termasuk salah satu 10 perguruan silat yang ikut mendirikan Ikatatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) pada konggres pencak silat tanggal 28 Mei 1948 di Surakarta. Yaitu Perguruan Silat terbesar di Indonesia dan manca negara. Cabang SH Terate tersebar di 200 kota/kabupaten di Indonesia dan komisariat luar negeri di malaysia,belanda,hongkong,Rusia,timor leste,korea selatan,prancis,dengan keanggotaan (disebut Warga) mencapai 8 juta orang.Pesatnya perekembangan Pencak Silat di Indonesia dan Lingkungan kehidupan tidak lepas dari peran anggota PSHT di seluruh lingkungan kehidupan.

Sejarah dan Perkembangan PSHT

Pada tahun 1903 di Kampoeng Tambak Gringsing, Surabaya, Ki Ageng Soerodwirjo meletakkan dasar untuk gaya Pencak Silat Setia Hati. Sebelum disebut Setia Hati, latihan Fisik / Gerakan Pencak Silat Setia Hati disebut “Djojo Gendilo Tjipto Muljo” dan untuk nasihat kerokhanian dan spiritual Setia Hati disebut “Sedulur Tunggal Ketjer” disingkat STK.

Pada tahun 1917 Ki Ageng Soerodwirjo pindah ke Madiun dan membangun dan mendirikan Persaudaraan “perguruan” Silat bernama Persaudaraan Setia Hati di desa Winongo madiun Pada saat itu Persaudaraan Setia Hati bukanlah/belum menjadi organisasi, Setia Hati yaitu persaudaraan (kadang) saja di selang siswa, karena pada saat itu organisasi Pencak Silat tidak diizinkan oleh kolonialisme Belanda. “Setia Hati” berfaedah Setia pada Hati (diri) sendiri”Soerodiwirjo lahir keluarga bangsawan di kawasan gresik jawa timur.

Indonesia, pada kuartal terakhir 100 tahun ke-19. Dia dijuluki sebagai “Ngabei” sebuah gelar bangsawan eksklusif yang diberikan oleh Sultan dan hanya untuk mereka yang telah menerangkan dirinya layak secara rohani.

Dia tinggal dan melanjutkan pekerjaan di beragam lokasi di pulau Jawa dan Sumatera dan berusaha bisa gaya Pencak Silat dari beragam arus. Di Sumatera juga berusaha bisa kerokhanian(kebatinan) pada seorang guru spiritual. Kombinasi nasihat spiritual (kebatinan) dan gaya pencak silat yang terbaik dari beragam arus ini yang menjadi dasar untuk silat Setia Hati. Ki Ageng Hadji Soerodiwirjo meninggal pada 10 November 1944 di Madiun.Pada tahun 1922, Ki Hadjar Hardjo Oetomo pahlawan.

pandu kemerdekaan 1883-1952), salah satu kadang Setia Hati, meminta izin kepada Ki Ageng Soerodiwirjo untuk mendirikan latihan Setia Hati untuk generasi muda dan diizinkan oleh Ki Ageng Soerodiwirjo, tetapi harus dalam nama yang berlainan. Maka Ki Hardjo Oetomo mendirikan Setia Hati “Pemuda Sport Club”(SH PSC) yang kemudian menjadi Persaudaraan Setia Hati “Pemuda Sport Club” yang berupa sebuah Organisasi. Organisasi ini kemudian disebut Persaudaraan Setia Hati Terate atau PSHT pada tahun 1948 dalam kongres pertama di Madiun.

Setelah Perang Lingkungan kehidupan II, PSHT terus menyebar ke seluruh Indonesia. Seorang tokoh penting di balik semakin populernya PSHT ini yaitu Mas Irsjad yang yaitu siswa pertama Ki Hadjar Hardjo Oetomo. Mas Irsyad ini juga menciptakan 90 Senam Dasar (Basic Exercise), Jurus Belati (Jurus dengan pisau), dan Jurus Toya (Jurus dengan panjang tongkat) yang membedakan dengan Setia Hati di Winongo. Salah satu siswa Mas Irsjad yaitu Mas Imam Koessoepangat (1939-1987) pemimpin spiritual dari PSHT yang ikut berjasa membesarkan PSHT. Penggantinya, Mas Tarmadji Boedi Harsono,SE(1987-2014), Saat ini dewan pusat organisasi PSHT dipimpin oleh letkol Mas Richard Simorangkir sampai pada Parapatan Luhur digelar pada tahun 2014.

Falsafah dan Nasihat Setia Hati Terate

Falsafah dan Nasihat yang utama dari SH Terate yaitu manusia dapat dihancurkan, manusia dapat dimatikan (dibunuh) tetapi manusia tidak dapat dikalahkan selama manusia itu setia pada hatinya sendiri atau ber-SH pada diri sendiri. Tidak ada kekuatan apapun diatas manusia yang dapat mengalahkan manusia kecuali kecuali kekuatan yang dimiliki oleh Tuhan Yang Maha Esa.

Nasihat tersebut telah menjadi keyakinan untuk semua warga SH Terate sehingga menjadi kekuatan tersendiri untuk anggota secara pribadi maupun persaudaraan. Tidak ada yang ditakuti oleh Warga SH Terate patut dari bangsa manusia maupun yang lain (jin,makhluk halus dan lain-lain) kecuali ketakutan (takwa) pada Tuhan Yang Maha Esa.

Selain falasafah dan nasihat sebagaimana tersebut diatas SH Terate juga mengajarkan calon Anggota Persaudaran dengan Seni Beladiri Pencak Silat. Menurut SH Terate setiap seni bela diri timur didasarkan pada filosofi dengan kode etik terkait. Hal ini juga berjalan untuk Pencak Silat. Praktek seni bela diri memiliki tujuan membantu siswa mengembangkan karakter jujur,terbuka dengan hidup berdasarkan dengan norma-norma dasar dan nilai-nilai seni. Siswa berusaha untuk menjaga keseimbangan (harmoni) dalam jasmani dan rohani, dalam kecerdasan dan juga emosi.

Persaudaraan Setia Hati Terate yaitu kegiatan hidup, jalan hidup. Unsur mesin badan hanya bidang kecil, salah satu dari banyak batu yang jalan PSHT yang beraspal. Dengan pendekatan yang lebih luas ini, Persaudaraan Setia Hati Terate bukan mesin badan pertempuran tetapi seni pertempuran. Sebuah mesin badan pertempuran yaitu perjuangan dengan yang lain. Sebuah seni pertempuran yaitu perjuangan dengan diri sendiri.

Falsafah dan Nasihat SH Terate tersebut telah menjadi Prinsip Dasar Setia Hati Terate,untuk mencapai keseimbangan dalam tubuh (jasamani) dan pikiran (rohani), Persaudaraan Setia Hati Terate didirikan pada lima prinsip dasar:

1 Persaudaraan (Brotherhood atau persaudaraan) 2 Olah Raga (Sport) 3 Bela Diri (Self-pertahanan) 4.Seni Budaya (Seni dan budaya) 5.Kerokhanian Ke SH an (pengembangan Spiritual)

Filosofi lengkap dari Persaudaraan Setia Hati Terate dapat dijaga pada simbol-simbol lambang PSHT

Makna Lambang PSHT

Berikut ini menjelaskan beragam konsep dan simbol lambang PSHT. Ini mewujudkan anggota dari filosofi Persaudaraan Setia Hati Terate.

Anggota Empat

Anggota Empat panjang dalam lambang SH Terate yaitu bermakna Perisai, perisai dapat berfaedah benteng atau petahanan diri, seorang warga SH Terate harus dapat membentengi diri sendiri dari segala wujud ancaman jasmani maupun rohani.

Warna Hitam

Warna Hitam sebagai dasar melambangkan abadi dan abadi. Berdasarkan semboyannya Selama Matahari bersinar, selama Bumi masih dihuni oleh Manusia, semoga Setia Hati tetap jaya, abadi dan abadi selama-lamanya.

Persaudaraan

Konsep Persaudaraan ini dapat diterjemahkan sebagai persaudaraan kepada semua, memaparkan visi dan misi bahwa semua orang yaitu saudara dan saudari. “Saudara” diterjemahkan patut sebagai “saudara” dan “adik”: perempuan juga yaitu anggota dari “persaudaraan”. Ini berfaedah saling menghormati, solidaritas dan kerjasama.Persaudaraan menggantikan budaya,ras,kepercayaan dan afiliasi politik. Persaudaraan kepada semua yaitu disamping persaudaraan dengan sesama warga SH Terate yaitu juga persaudaraan sesama umat Manusia

Setia Hati

Setia Hati dapat diterjemahkan sebagai “setia pada hati”nya sendiri. Ini menyiratkan bahwa kita harus selalu jujur ​​pada hati seseorang (perasaan emosional) dalam semua keputusan hidup. Emosi-emosi ini, bagaimanapun, harus selaras dengan kognisi rasional seseorang. Apa yang dalam hati sanubari rasakan dan menjadi pemiikiran harus menjadi dasar untuk perkataan maupun tindakan nyata atau perilaku sehari-hari. Jika dua unsur tidak harmonis, maka setiap keputusan yang diambil salah.

Hati Bersinar

Hati bersinar digambarkan dalam lambang, sinar yang berasal dari hati ini yaitu representasi simbolis dari konsep persaudaraan: satu mengirimkan pikiran yang patut atau perasaan kepada orang lain. Putih melambangkan cinta dan kesucian batin.

Garis merah di sekitar Hati yaitu simbol pertahanan diri: satu bercita-cita untuk persaudaraan dan bahwa yang satu dapat menawarkan orang lain, tapi tidak dengan mengorbankan diri sendiri. Berfaedah cinta, kasih dan sayang terhadap sesama ada batasnya, cinta,kasih dan sayanag yang tidak terbatas dapat menghancurkan diri sendiri.

Terate

Terate (bunga teratai) yaitu bunga yang dapat hidup di darat dan di air. Ini melambangkan tekad, ketahanan dan kemampuan untuk beradaptasi. Bunga ini dapat mengembang di segala kondisi. Di udara. Di dalam air. Dalam kondisi kering dan basah. Warga PSHT juga sama harus mampu beradaptasi dan mengatasi keadaan yang sulit. Dan seperti Terate, meskipun pengaruh negatif dari lingkungan, siswa PSHT mempertahankan kesucian batin nya.Terate dapat hidup dan mekar di lumpur, tapi mempertahankan keindahan dan kesucian.

Garis Merah Tegak

Sebuah garis merah vertikal ditemukan di sisi kiri lambang, diapit pada setiap sisi menjadi garis putih. Ini yaitu “jalan yang lurus”, melambangkan pertumbuhan mental dan spiritual siswa dan Warga PSHT yang lurus dan menegakkan kebenaran. Sata pengesahan menjadi Warga Pertama, calon warga membuat sumpah untuk mengikuti jalan ini dan berdasarkan dengan aturan-aturan tertentu perilaku.

Senjata

Pada anggota bawah sejumlah senjata kuning berwarna digambarkan pada lambang. Ini melambangkan jalur fisik bahwa seseorang harus mengikuti untuk akhirnya mencapai pertumbuhan rohani.

YUKK..YANG BERADA DI JAKARTA BARAT DAN SEKITARNYA LATIHAN PENCAK SILAT PSHT DI CABANG JAKARTA BARAT

HUBUNGI KAMI

Tingkatan Dalam SH Terate

Sebutan untuk anggota Persaudaraan yaitu Warga bukan Pendekar seperti biasanya Persaudaraan”Perguruan” Silat. Sebutan untuk yang sedang berusaha bisa dan belajar yaitu “Adik” Siswa/Murid, sedangkan untuk yang telah disyahkan disebut Warga. Siswa yang masih dalam proses belajar/latihan harus memanggil Mas”kakak” kepada semaua Warga SH Terate.

SISWA

Untuk menjadi anggota Setia Hati Terate, seseorang harus menjalankan latihan fisik dan juga penggemblengan mental spiritual minimal 2 tahun Latihan selama 2 tahun itu dibagi menjadi 4 tingkatan yang masing-masing tingkatn ditempuh selama 6 bulan latihan.

Siswa Polos

Sebutan lain untuk siswa Polos yaitu Hitam yang ditandai dengan Sabuk berwarna Hitam. Latihan pada tingkatan ini yaitu pengenalan tentang Setia Hati dan Setia Hati Terate, pengenalan mesin dan gerakan yang ada di SH terate dan beberapa Senam dan Jurus Setia Hati Terate. Maksimal Mesin dan Gerakan tangan dan kaki termasuk Senam dan Jurus yang diajarkan pada tingkatan ini yaitu 1-2 Pukulan, Tendangan dan Pertahanan, Senam ke-30 dan Jurus ke-6-7.

Siswa Jambon

Siswa tajuk Polos yang lulus pada ujian kenaikan tajuk selanjutnya disebut Siswa Jambon yang ditandai dengan Sabuk berwarna Jambon. Sebutan Jambon mengacu kepada Warna Sabuk pada tingkatan ini yaitu Merah Jambu”buah:Jambu biji” Selain peningkatan pemahaman dan pengamalan ke-SH-an pada tingkatan ini ada penambahan Mesin dan Gerakan maksimal menjadi 3-4 Pukulan,Tendangan dan pertahanan,Senam ke-45 dan Jurus ke 13-14.

Siswa Hijau

Siswa Hijau “basa Jawa ijo” ditandai dengan sabuk berwarna Hijau. Pada tingkatan ini Mesin dan Gerakan tangan dan kaki mencapai 5-6 pukulan,tendangan dan pertahanan,. Banyak senam selang 46 sampai dengan 60 dan jurus 15 – 20 an. Pada tajuk ini juga mulai diajarrkan senam dan jurus Toya.

Siswa Putih

Siswa Putih yaitu tingkatn tertinggi untuk siswa Setia Hati yang di tandai dengan sabuk putih yang sama ukuran dengan polos,jambon dan ijo.Semua mesin dan gerakan tangan dan kaki berupa pukulan,tendangan,pertahanan,senam,jurus termasuk toya, teknik kuncian dan kegiatan melepaskan dan pernafasan telah diberikan semua kecuali jurus ke-36.

Secara rohani fisik dan rohani tajuk ini sudah siap menjadi Warga (sebutan Pendekar dalam SH Terate) kecuali siswa yang belum sampai pada persyaratan usia minimal.

Warga

Jalur dari Persaudaraan Setia Hati Terate dibagi menjadi tiga derajat.

Gelar Pertama (TINGKAT Satu):

Gelar Pertama terutama ditujukan untuk pembangunan fisik. Melalui sistem gerakan fisik pandai (Pencak), siswa berusaha bisa untuk menggunakan tubuh mereka secara efektif.

Gelar Pertama dibagi menjadi beberapa langkah, ditambah dengan sistem lulus dari erat pinggang dan slendangs (ikat pinggang). Setiap langkah diakhiri dengan ujian.

Gelar Kedua (TINGKAT Dua):

Gelar Kedua berfokus terutama pada Silat, demobilisasi penyerang menggunakan teknik fisik (Pencak) berusaha bisa untuk Gelar Pertama. Siswa berusaha bisa untuk membuat penggunaan efektif dari kekuatan batin melalui konsentrasi, teknik dan meditasi pernapasan.

Wujud pembelaan diri dapat sangat mematikan. Oleh karena itu diajarkan hanya kepada pemegang PSHT dari Gelar Pertama Putih Slendang, dan yang, setelah bertahun-tahun kegiatan melatih disiplin, kemauan dan character building mampu menguasai “nyata” Silat. Kegiatan melatih untuk Gelar Kedua Putih Slendang yaitu pembangunan fisik pada dasarnya 50% dan perkembangan mental 50%.

Gelar Ketiga (TINGKAT Tiga):

Gelar Ketiga hanya ditujukan untuk beberapa yang dipilih: untuk mereka yang dapat bundel semua kekuatan positif yang telah mereka pelajari dan menerapkannya untuk kebutuhan kemanusiaan. Gelar Ketiga yaitu 95% spiritual dan pembangunan fisik 5%.

 

Senjata

Senjata-senjata yang digunakan dalam Pencak Silat yaitu kombinasi senjata adat dan mereka dibawa ke Indonesia dari seluruh benua Asia. Sejumlah senjata ini awal mulanya alat yang digunakan untuk melanjutkan pekerjaan tanah. Hampir setiap gaya Pencak Silat tradisional mempekerjakan senjata berikut.

Pisau dan belati

Yaitu pisau pendek tanpa wujud atau panjang tertentu.

Golok dan parang

Golok yaitu pendek, parang berat dengan pisau satu-sisi. Parang ini juga yaitu jenis parang yang digunakan secara luas. Keduanya awal mulanya digunakan sebagai alat-alat pertanian.

Trisula

Trisula yaitu garpu logam tiga cabang. Ini bervariasi panjangnya 25-65 cm. Trisula tersebut probabilitas besar asal India.

Toya

Toya yaitu tongkat kayu, umumnya terbuat dari rotan. Ini bervariasi panjang 1,5-2 meter, tetapi pada prinsipnya yaitu sedikit lebih pendek dari orang yang menggunakannya. Panjang toya selang 3,5 dan 5,0 cm.

Selain senjata yang diceritakan di atas, beberapa besar gaya Pencak Silat juga menggunakan senjata mereka sendiri yang spesifik. Dalam PSHT, senjata berikut ini juga digunakan:

Celurit

Celurit yaitu istilah Indonesia untuk sabit, pertanian yang menerapkan dengan singkat, pisau baja dalam wujud setengah bulan. “Semut” yaitu sabit kecil. Ujung tombak yaitu di anggota dalam pisau.

Krambit

Krambit yaitu tinju dipegang meninju gol dengan pisau dua sisi dalam wujud setengah bulan. Krambit ini awal mulanya senjata muslim. PSHT yaitu satu-satunya gaya Pencak Silat untuk menggunakan senjata ini.

Semboyan dan Pepacuh

Dalam Persaudaraan Setia Hati Terate juga ada beragam semboyan,simbol dan pepacuh yang mengambarkan kewajiban, pesan moral dan pribadi SH yang harus diajarkan dan diamalkan dalam kehidupan sehari-hari.

Beberapa semboyan,simbol dan pepacuh tersebut diambil dari budaya dan nasihat Jawa tetapi telah melekat dan identik dengan Persaudaran Setia Hati Terate hampir 1 100 tahun.

Beberapa semboyan,simbol dan pepacuh tersebut adalah:

Memayu Hayuning Bawana

Soero diro Djojo diningrat lebur dining Pangastuti

Ngluruk tanpa Bala Menang tanpa Ngasorake

Sepiro Gedenging Sengsara yen tinampa amung Coba

 

Artikel New

Arahmedia.com-MASA PANDEMI sejak bulan maret 2020 masyarakat tetap terus tingkatkan kewaspadaan dengan pandemi yang sedang melanda di negara indonesia serta mematuhi protokol kesehatan yang sedang...

Arahmedia.com-Sejatinya manusia di ciptakan Oleh Tuhan kedunia makhluk yang paling sempurna diantara makhluk lainya.Manusia adalah spesies makhluk hidup yang bisa dikatakan makhluk yang tertinggi drajatnya...

Arahmedia.com-Persaudaraan setia hati terate (PSHT) merupakan organisasi pencak silat yang tidak hanya mengajarkan lihai pencaknya saja namun lebih dari itu siswa/siswinya juga diajarkan bagaimana menjaga...

Product categories

0 WooCommerce Floating Cart

No products in the cart.

X