fbpx
SUKAR ASMO DJATI

RAMADHAN-DI-TENGAH-WABAH-VIRUS-CORONA-TUKANG-TAUGE-TINGKATKAN-PERSAUDARAAN

Arahmedia.com-Bulan suci ramadhan 2020 sudah berjalan fase pertama yakni 10 hari pertama di bulan ramadhan,Bulan suci yang wajib di laksanakan bagi umat islam di seluruh dunia untuk menjalankan puasa selama satu bulan wajib hukumnya.Ditengah situasi wabah covid-19 melanda hampir seluruh dunia umat islam tetap melaksanakan ibadah puasa.Virus corona  yang sebelumnya belum di ketahui,Seluruh dunia dibuatnya sibuk dan panik.Satu persatu korban terus berguguran,perlahan sendi-sendi kehidupan dan ekonomi lumpuh,Ancaman krisis menjadi nyata,Para pemimpin mulai bergerak melindungi segenap rakyatnya pun tak terkecuali pemerintah indonesia.

Warga masyarakat indonesia mulai di landa ketakutan,panik dan resah.Kian hari kian bertambah warga masyarakat yang terjangkit virus covid-19 menjadikan ruang gerak masyarakat indonesia kian tidak terarah.Seluruh gerak kian berubah prilaku tak terarah rasa panik,takut,resah berlebih berubah menjadi kewaspadaan yang kalap.Manusia perlahan hilang dari sisi kemanusiaannya,mereka dikuasai rasa takut,resah dan panik dikuasai ketakutanya sendiri hingga menghilangkan potensi akalnya.Situasi ini melahirkan kewaspadaan kalap yang meniadakan rasa simpati dan empaty.Membuahkan kehidupan ini bak rimba raya yang menakutkan.Sebagian kelompok masyarakat yang beruang berbondong-bondong memborong barang untuk persediaan makanan,alat kesehatan dan pelindung diri,Sebagian kelompok yang tidak beruang resah dibingunkan oleh keadaan.Persediaan pangan makin hari makin habis kelangkaan produk membuat harga komoditi kian tinggi.

Pada sebagian kecil wilayah membuat peraturan mengamankan dari segala bentuk ancaman penularan virus corona (covid-19) yang bersumber dari interaksi antara sesama manusia hingga menutup pintu masuk wilayah dengan membuat portal dan melakukan penjagaan ketat. Meski Pemerintah turut hadir menenangkan,namun  upaya-upaya yang dilakukan dari pemerintah tidak seutuhnya menyakinkan  masyarakat merasa tetap tenang,dan menjamin hajad kehidupanya sehingga masyarakat dapat percaya diri menghadapi wabah yang sedang melanda.Mengapa terjadi kewaspadaan kalap di tengah wabah corona sehingga mengubah prilaku masyarakat tidak mausiawi lagi,hubungan satu dengan lainya tidak harmonis sampai dengan hilang rasa persaudaraan yang melekat.kewaspadaan dan ketakutan menghilangkan rasa simpati dan empaty.Pikiran dan perasaan manusia dikuasai ketakutan takberazas akhirnya meniadakan potensi akalnya.jika hal ini dibiarkan tidak menutup kemungkinan konflik dan kegelisahan akan masif terjadi.

yuuk..tonton vidio cara membuat olahan kacang ijo menjadi sayuran tauge.

Bila kita abstraksikan hal itu semua mungkin saja terjadi karena kurangnya literasi dari cara pandang masyarakat dalam menyikapi pandemi, terlebih juga rasa takut itu semakin tinggi jika seandainya wabah menyerang diri sendiri atau keluarga sanak famili. Ada banyak hal yang mesti diperbuat agar masyarakat kuat melewati pandemi.

Satu diantara banyak hal itu adalah merubah mindset terutama bagi tukang tauge yang di jakarta tidak mudik terhadap bencana pandemi, memberikan edukasi mengenai pandemi covid-19, dan terakhir pemerintah harus bisa meyakinkan masyarakat bahwa hajat dan keselamatan hidupnya akan selalu terlindungi juga terjamin selama pandemi.

Dalam tradisi-tradisi pemikiran di sepanjang rentan peradaban, manusia telah mencoba memahami bencana melalui berbagai macam perspektif. Paling tidak manusia melihat bencana melalui tiga perspektif yaitu mitos, agama, dan sains. Mengapa demikian, karena kemampuan berpikir dan berperilaku manusia akan selalu dipengaruhi oleh tiga hal tersebut. Beberapa pemikir menyebut tiga hal itu sebagai tiga tungku penopang peradaban manusia.

Terkait dengan bencana pandemi covid-19, ketiga perspektif diatas akan memberikan gagasan yang penting untuk kita kaji lebih dalam agar kita dapat memahami fenomena yang terjadi di masyarakat dalam menghadapi pandemi saat ini, dan juga agar kita mampu mengetahui bagaimana cara terbaik melewati masa-masa sulit pandemi, yang kemudian bisa membuka perspektif kita supaya lebih bijaksana dalam berpikir dan bertindak.  

Apa yang paling diperlukan masayarakat saat ini supaya bisa berperilaku dengan jernih dalam menghadapi pandemi ialah membuka ruang–ruang sadar untuk melakukan refleksi dengan diri sendiri terkait dengan bencana pandemi. Masyarakat haruslah mampu melihat bahwa pandemi Covid-19 ini bukanlah hal miStis yang bisa diterka-terka tanpa ada pembuktian saintifik.

Masyarakat haruslah mampu menempatkan fakta saintifik diatas mitos atau hoax mengenai pandemi. Coba kita ingat-ingat masa di awal-awal wabah ini muncul, banyak sekali mitos atau berita yang tidak benar adanya berseliweran dimedia masa.

Narasi yang perlu dibangun pada saat-saat bencana Wabah seperti sekarang ini adalah narasi persaudaraan dan saling menguatkan terhadap sesama. Kita perlu kekompakan dan sinergitas lintas lapisan masayarakat. Pemerintah, Agamawan, dan saintis perlu bersatu membangun kepercayaan diri masyarakat agar mampu melewati pandemi.

Dan momentum ramadhan ini haruslah kita jadikan waktu untuk dapat memahami bencana pandemi sebagai bagian dari situasi penting yang perlu kita lalui bersama. Seluruh elemen masyarakat perlu mendengarkan saintis dan memberikannya ruang untuk memimpin kita agar mampu melewati masa sulit ini.

Selain itu, kita pun perlu paham bahwa semua yang terjadi di semesta ini termasuk bencana pandemi Covid-19 ini hadir atas kehendak Tuhan yang maha kuasa. Tak ada yang terjadi sesuatu apapun tanpa kehendak yang maha kuasa, satu hal yang perlu kita imani bahwa apapun yang terjadi merupakan kepanjangan tangan dari sang maha kuasa.

Terakhir, dalam suasana Ramadhan bulan yang penuh rahmat dan ampunan ini kita mesti saling mengingatkan kembali bahwa bencana pandemi covid-19 ini bukan hanya suatu fenomena yang bisa diuraikan secara saintifik semata, namun jauh lebih daripada itu covid-19 ini mungkin saja memiliki tujuan untuk memberikan peringatan kepada manusia, agar kita semua sadar atas apa yang telah kita perbuat terhadap semesta selama ini. Sudah sepantasnya kita memahami bahwa pandemi covid-19 ini merupakan bagian dari ayat-ayat nyata dari Tuhan yang maha kuasa.

Artikel New

Arahmedia.com-Berbagai sikap optimis dan juga pesimis masih ditemui di kala pageblug corona virus melanda dunia,2020 virus corona yang sangat mengerikan menular kepada sesama manusia yang...

Arahmedia.com-Bulan suci ramadhan 2020 sudah berjalan fase pertama yakni 10 hari pertama di bulan ramadhan,Bulan suci yang wajib di laksanakan bagi umat islam di seluruh...

Arahmedia.com-Keputusan Pemerintah pusat supaya warga perantau di larang pulang kampung guna cegah penyebaran virus corona (covid-19),dan apa bila tetap membandel akan di lakukan sanksi tegas...

Product categories

0 WooCommerce Floating Cart

No products in the cart.

X