fbpx
sedang nyekar di makam alm,ibu

APAKAH-KEHIDUPANKU-SAMA-DENGAN-KEHIDUPANMU?

Arahmedia.com-Sejatinya manusia di ciptakan Oleh Tuhan kedunia makhluk yang paling sempurna diantara makhluk lainya.Manusia adalah spesies makhluk hidup yang bisa dikatakan makhluk yang tertinggi drajatnya diantara makhluk hidup lainya.Satu-satunya makhluk hidup yang tidak hanya punya kecerdasan dan akal tapi juga punya hati nurani.kita tahu betul binatang-binatang dan tumbuhan memiliki kecerdasan akan tetapi manusialah yang dianugrahi dengan akal budi.Akal budi yang kita miliki ini juga  yang menimbulkan beragam pertanyaan mengapa manusia itu hebat.Sering kali kita bertanya-tanya didalam hati mengapa manusia ini tidak sama?Atau mengapa manusia ini berbeda-beda? Pertanyaan itu terkadang menimbulkan prilaku cemburu terhadap manusia satu dengan manusia lainya yang lebih unggul daripadanya.apa sih yang membedakan manusia itu?,Dari luar jelas secara kasat mata terlihat perbedaan fisik warna kulit,tinggi dan pendek,rambut ikal dan keriting, gemuk dan kurus tapi ada juga perbedaan yang tidak tampak yaitu bakat dan sifat yang berbeda-beda.

Terkadang berfikir mengapa manusia berbeda? Mengapa manusia tidak sama dengan manusia yang lainya,kalau kita fikirkan kenapa manusia ada yang pandai matematika,ada mausia yang kuat fisiknya,ada yang suka menari-nari atau pandai menyanyi,Ada orang cara berfikirnya secara logis dan terstruktur,tapi ada juga yang sangat kreatif dan imajinatif,Ada orang yang punya kelebihan menyembuhkan orang lain,ada juga orang yang hidupnya selalu derdoa dan beribadah begitu luarbiasanya perbedaan antar manusia.Jadi apakah manusia diciptakan berbeda saling untuk menguasai atau mengungguli dengan yang lainya.Semestinya tidak karena manusia diciptakan berbeda-beda dan manusia dibekali akal budi untuk saling melengkapi dan saling mengisi.Kita semua sebagai umat beragama yang percaya akan Tuhan,tentunya meyakini bahwa semua ciptaan-Nya pada dasarnya adalah baik dan Manusia diciptakan oleh tuhan berbeda-beda agar kehidupan manusia lebih baik.

Dalam hidup manusia akan timbul pemikiran mengapa aku ada disini.apa sebenarnya tujuan keberadaan didunia ini?Mengapa saya ada dan hidup?Apakah artinya hidup ini? Apa makna hidup dan tujuan?Dalam tulisan ini saya pribadi sebagai warga pendekar PSHT(Persaudaraan setia hati terate) tingkat 1 akan berbagi bagaimana menjalani hidup, di dalam hidup manusia pasti punya tujuan dan saya dapat ilmu tentang hidup, karena saya belajar PSHT.Tujuan SH terate membentuk manusia berbudi luhur,tahu benar dan salah,beriman dan taqwa kepada Tuhan YMEyaitu menjalani perintah-Nya serta menjauhi segala larangan-Nya,Dalam jalinan persaudaraan kekal abadi.Dalam mukadimah atau priambul AD/ART Persaudaraan setia hati terate disebutkan (alinea 1) Bahwa sesungguhnya hakikat hidup itu berkembang menurut khodrat dan iramanya masing-masing menuju kesempurnaan.Demikian kehidupan manusia sebagai makhluk tuhan terutama,hendak menuju keabadian kembali kepada causa prima titik tolak segala sesuatu yang ada,melalui tingkat ke tingkat namun tidak semua insan menyadari bahwa yang di kejar-kejar itu telah tersimpan menyelinap dilubuk hati sanubari.

Mukadimah atau preambole  SH terate alinea 1 tersebut jika di hayati secara cermat terdiri dari beberapa pokok dan perenungan maupun pengertian:Pertama (Bahwa sesungguhnya) hakekat hidup itu berkembang.Kedua: (Menurut )kodratnya masing-masing,Ketiga:(Menurut) iramanya masing-masing.Keempat: (menuju) kesempurnaan.Kelima: Kehidupan manusia sebagai makhluk tuhan.Keenam :Terutama ,hendak menuju keabadian kembali kepada causa prima titik tolak segala sesuatu yang ada.Ketujuh: Melalui tingkat ke tingkat.Kedelapan:(Namun)tidak semua insan menyadari.Kesembilan: Bahwa yang dikejar-kejar itu )telah tersimpan menyelinap dilubuk hati sanubari.

HAKIKAT HIDUP MANUSIA

Pertama bahwa sesungguhnya hakikat hidup itu berkembang,bahwa sesungguhnya manusia itu makhluk universal,unik,penuh misteri dan fenomenal.Pada konteks penciptaan fisik saja misalnya raga manusia dilengkapi dengan alat motorik dan sensorik,piranti itu memungkinkan untuk beraktivitas,selain dilengkapi dengan anggota badan seperti tangan dan kaki,juga manusia juga di lengkapi dengan panca indera yang memungkinkan manusia bisa melihat,mendengar,mencium,mencecap dan merasakan dengan raba.Tidak hanya itu manusia juga dilengkapi dengan akal budi, dan hati atau jiwa,Akal sebagaimana dapat digunakan sebagai ukuran untuk membedakan perbuatan benar dan salah,serta hati sebagai radar untuk mendeteksi sesuatu yang tidak kasat oleh mata sebagaimana sesuatu yang tidak tertangkap oleh panca indera.Manusia dengan melihat diri sendiri,baik lahirnya maupun batinya seperti itu.akan muncul pertanyaan,siapa sebenarnya yang mampu menciptakan manusia seperti ini?pertanyaan berikutnya akan muncul  untuk tujuaan apa manusia diciptakan dengan kesesempurna-Nya itu?

Bahwa keberadaan manusia dimuka bumi ini tidak begitu saja ada dengan sendirinya tapi ada karena di ciptakan.Proses penciptaan manusia itu sendiri pun melalui tahapan perkembangan.semula berbentuk janin yang berada di dalam kandungan ibu,setelah hidup dalam kandungan ibu selama 9 bulan 10 hari(usia kehamilan normal), lahir kedunia dengan bentuk bayi,kemudian berkembang menjadi bocah yang lucu dan berkembang menjadi dewasa,tua dan kembali lagi keasalnya yaitu mati.Tahap pekembanganya pun tidak tumbuh dengan sendirinya ,tapi perkembanganya dan berproses dengan garis yang sudah ditentukan.sesuai dengan suratan nasibnya,(berkembang dengan kodratnya masing-masing).Muaranya adalah kesempurnaan hidup atau berproses menjadi manusia seutuhnya(menuju kesempurnaan).

Mengisi keberadaan kehidupan dimuka bumi ini,menjalani kehidupan ini,manusia di bekali keahlian dan bakat sepesifik,manusia yang satu dengan yang lainya berbeda berkembang menurut iramanya masing-masing.Dengan bakat dan keahalianya yang di miliki itu pula,manusia terus berproses menjadi diri sendiri menuju terminologi setia hati.maknanya sekalipun kehidupan manusia ini berjalan dengan takdir tuhan,tapi dalam mengisi hidup,manusia diwajibkan berikhtiar sesuai dengan bakat dan keahlianya yang dimilikinya.Misalnya sesorang berbakat dalam seni,mereka akan bekerja dan berkarya dalam kesenianya.proses ini merupakan kemurnian azazi (hakiki hayati) .yang oleh tuhan telah diberikan sejak awal penciptaanya,konteksnya,hanya untuk berproses menuju kesempurnaan,sebab dibalik proses itu,ada tujuan yang lebih haqiqi.yakni kembali kepada causa prima,titik tolak segala sesuatu yang ada.kembali kepada yang awal dan yang akhir.Dzat mutlak yang berwenang atas hukum timbal balik.Alloh,Tuhan,sang hyang widhi,atau kang murbeng dumadi.

Karena apa? Manusia hidup ini tidak hidup dengan sendirinya. Tapi ia diciptakan dan dihidupkan oleh Tuhan (kehidupan manusia sebagai makhluk Tuhan). Salah satu bukti bahwa manusia itu diciptakan dan dihidupkan Tuhan, adalah, Tuhan melengkapi kehidupan manusia di muka bumi ini dengan rizqi. Tuhan turunkan hujan dari langit, sebagian untuk minum, sebagian menyirami tumbuhan di bumi hingga mengeluarkan biji-bijian dan buah-buahan untuk kepentingan kehidupan manusia. Tuhan tundukkan ombak samudra, agar manusia bisa berniaga dengan perahu di atasnya.Sebagian yang lain bisa menebar jaring, mencari ikan untuk mata pencaharian. Kemudian, Tuhan tancapkan gunung sebagai paku bumi agar bumi tidak bergoncang sehingga manusia bisa hidup damai di atasnya. Tak berhenti sampai di situ, untuk kehidupan manusia pula Tuhan bentangkan jalan di muka bumi dan tebarkan matahari, bulan dan bintang di langit, menjadi petunjuk arah dan perhitungan penanggalan manusia.

Bukti-bukti kebesaran Tuhan itu, di dalamnya terkandung pelajaran agar manusia sadar bahwa manusia tidak serta merta ada di muka bumi. Tapi manusia diciptakan (makhluk) dari Sang Pencipta (Khalik). Dan, karena keberadaan manusia itu sebagai makhluk ciptaan Tuhan, maka manusia harus menyadari untuk apa sesungguhnya dia diciptakan. Sebab, Sang Khalik menciptakan  mahluk di muka bumi ini pasti punya maksud, punya tujuan. Apa itu? Kembali kepada mula awal dari mana manusia itu diciptakan (kembali kepada Causa Prima, titik tolak segala sesuatu yang ada).

Pertanyaannya, bagaimana agar kita bisa kembali kepada Causa Prima, ke titik tolak segala sesuatu yang ada? Jawabnya, manusia itu harus tetap bersih dan suci seperti awal mula ia diciptakan. Pertanyaan berikutnya, bagaimana agar manusia tetap dalam kondisi bersih dan suci? Seperti tujuan yang hendak dicapai SH Terate, membentuk manusia berbudi luhur tahu benar dan salah, beriman, bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dalam jalinan persaudaraan kekal abadi, maka dalam menempuh kehidupan ini manusia harus menyadari, menghayati dan menjalankan tugas dan kewajiban dia sebagai mahkluk Tuhan yang diciptakan di muka bumi ini. Dalam filsafat Jawa dikatakan menyadari (laku-nya), keberadaannya. Laku itu diwujudkan dengan tiga dharma. Pertama, berbudi luhur tahu benar dan salah. Kedua, beriman, bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. Ketiga, cinta kasih kepada sesama atau setia menjalin tali persaudaraan antar sesama manusia.

Karena SH Terate adalah organisasi persaudaraan yang menghargai keanekaragaman (heteregonitas), maka dalam klausul beriman, bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, kita tidak boleh fanatik. Tapi harus bisa menerima keanekaragaman dalam proses menjalankan keimanan dan ketaqwaan kepada Tuhan. Karenanya, perlu ditekankan dalam klausul beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa itu dengan sebuah pengertian, yakni ”sesuai dengan agama dan keyakinannya masing-masing.”

Menuju ke arah itu, SH Terate membekali warganya dengan ilmu yang disebut ilmu Setia Hati (SH). Yaitu, ilmu untuk mengenal diri sendiri. Dengan mengenal diri sendiri, manusia akan dengan mudah akan mengenal lingkungannya. Setelah mengenal diri dan lingkungan, ia akan dengan mudah pula mengenal Tuhannya. Dan, proses mengenal diri sendiri itu, untuk mencapai pamahaman dan kesadaran makna kesejatian diri itu, tidak berlangsung dalam sekejap, tapi tumbuh dan berkembang secara bertahap searah dengan perjalanan kehidupan manusia itu sendiri (melalui tingkat ke tingkat).

Mencermati klausul ini, sesungguhnya kita dibawa pada satu permenungan pada hakikat hidup manusia seutuhnya. Manusia yang tidak hanya terjebak pada konteks material. Tapi juga immaterial, Dalam bahasa yang lebih sederhana, sosok manusia seutuhnya, lahiriyah, batiniah.Melihat konteksnya, apa yang ingin dicapai ilmu Seti Hati, adalah kesadaran luhur, melalui sebuah menyikapan perilaku hidup atau lebih dikenal sebagai budi. Karena itu dalam penjabaran keilmuan, kata luhur dan budi ini dijadikan  tujuan SH Terate.

Menyadari posisi manusia sebagai makluk universal dan unik itu, Setia Hati, sekali lagi, mengajak warganya untuk mengenal diri sendiri sebaik-baiknya. Kalau sudah mengenal diri sendiri, akan mengenal Tuhan. Melalui perenungan. Apa yang ditangkap dengan mata, telinga, hati, dierenungkan, difikirkan, untuk mendapatkan pemahaman dan kesadaran di dalam jiwanya.Sesungguhnya titik tolak aktivitas manusia, berasal dari akal dan budi atau jiwa atau disebut juga hati. Karena kita dipengaruhi suasana, situasi dan kondisi lingkungan, maka kita jadi bingung. Sebenarnya apa yang hendak kita capai ketika hidup di bumi ini.Dalam hal ini, SH Terate mengajarkan, jika kita berhadapan pada kebingungan esensil seperti ini, hendaknya kembali kepada diri. Dengan jalan bagaimana? Mencoba, menyibak darimana niat tujuan mulia itu bermula. Yakni, menyibak tabir/tirai selubung hati nurani dimana “Sang Mutiara Hidup” bertahta.

Tabir yang dimaksud, atau hijab itu ada karena ada keinginan nafsu yang tak terkendali. Yang mengakibatkan hati tidak bersih. Kenapa, karena dalam mengejar sesuatu, secara tidak sadar nafsu kita saling berlomba. Tinggal siapa nanti yang berhasil menang. Karena yang bicara nafsu, maka tujuan yang dicapai, “menuju kesempurnaan” sebagai mana tertulis pada alenia pertama, jadi kabur (namun tidak semua insan menyadari). Kita sering lupa, tujuan akhir kita sesunggungnya adalah hendak menuju ke keabadian kembali kepada Causa Prima, titik tolak segala sesuatu yang ada.Padahal, dengan menyadari dan menghayati diri, dengan mengenal diri sendiri (ber-Setia Hati) dan atas kesadaran serta kehendak Tuhan, manusia akan mendapatkan pencerahan atau keasadaran tertinggi. Tapi manusia sering lupa, kesadaran itu bisa digali dan tersimpan dalam hatinya (bahwa yang diekejar-kejar itu telah tersimpan menyelinap di lubuh hati sanubarinya).

 

 

Artikel New

Arahmedia.com-Dream atau juga impian merupakan cita-cita cenderung ke profesi atau pekerjaan.impian merupakan segala bentuk harapan dan keinginan kita baik itu berupa profesi/pekerjaan atau materil,dan juga...

Arahmedia.com-Sejalan dengan berkembangnya jaman didukung dengan majunya tehnologi cangih masa kini,cocok untuk di kerjakan masa pandemi covid-19 internet menjadi sarana guna dukungan majunya perkembangan sumber...

Arahmedia.com- Beberapa angapan nostalgia atau masa lalu cenderung menyimpan sebuah kenangan pahit ada juga yang berasumsi sebuah masa lalu menyimpan kenangan manis.semua kenangan itu akan...

Product categories

0 WooCommerce Floating Cart

No products in the cart.

X